jejaring sosial dan hakikatnya
Sebetulnya hakikat dari jejaring sosial itu apa sih?
Saya terkadang bingung dengan persoalan yang satu ini, temen saya banyak yang friendlistnya mencapai seribu, bahkan ada yang sudah full sampai limaribu… tapi lalu pada suatu kesempatan bertemu di dunia nyata, saya tanya.. “eh, lo kenal semua nih seribu “temen” lo ini?” dan dia jawab dengan instan dan polosnya “nggak tuh mi..”
Lalu apa definisi dari kata “teman” sekarang ini? apakah terjadi pergeserean makna karena masuknya era jejaring sosial?
te·man n 1 kawan; sahabat: hanya — dekat yg akan kuundang; 2 orang yg bersama-sama bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap): — seperjalanan; ia — ku bekerja; 3 yg menjadi pelengkap (pasangan) atau yg dipakai (dimakan dsb) bersama-sama: ada jenis lumut yg biasa dimakan untuk —nasi; pisang rebus enak untuk — minum kopi; 4 cak saya (di beberapa daerah dipakai dl bahasa sehari-hari): tiada — menaruh syak akan dia; usahlah — dimandi pagi, pb tidak usah kamu lebih-lebihkan (kaupuji-puji); — hidup orang yg dijadikan pasangan hidup (istri atau suami); — nasi lauk-pauk atau sayur; —sejawat kawan sepekerjaan;
ber·te·man v 1 berkawan; bersahabat; 2 tidak seorang diri; ada temannya; 3 beriring (dng):setiap pelopor selalu ~ dng berbagai kesukaran;
me·ne·mani v mengawani; menyertai; mengiring(i): aku ~ Ibu melihat demonstrasi pembuatan kue;
per·te·man·an n perihal berteman: sebenarnya ~ saya dng dia memang boleh dikatakan kilat;
pe·ne·man v yg menemani; yg mengawani: suara syahdu penyanyi di radio menjadi satu-satunya ~ kegundahan hatinya
-definisi “teman” diatas saya kutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia
Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial.
-definisi “teman” diatas saya kutip dari Wikipedia Indonesia
Lalu bagaimana dengan definisi teman di jejaring sosial?
Nampaknya “teman” mulai bergeser dari sesuatu yang bermakna erat dan sahabat menjadi hanya kenal nama atau kenal muka, oleh karena itu saya juga berpikir bahwa kecenderungan masyarakat urban saat ini adalah memiliki banyak teman, walau hanya didunia maya.
Buat saya, teman adalah suatu hal yang istimewa, bukan pilih-pilih bukan pula ansos/anti-sosial, tetapi saya hanya ingin memiliki teman yang benar-benar teman, dalam hal ini setidaknya pernah bertemu atau berinteraksi walaupun sesekali. Jika kita bermain The Sims (sebuah game simulator), saat kita menyapa seseorang didalam game tersebut, ada skor tingkat pertemanan, apabila sering berinteraksi, skor tersebut naiiik terus hingga menjadi teman dekat dan akhirnya timbul buih-buih cinta, namun jika lama tak berinteraksi, skor tersebut menurun dan kembali 0 alias tidak saling mengenal. Dan memang inilah hakikat pertemanan, toh bukankah cinta lahir karena interaksi yang begitu sering dan intens sehingga saling mengenal lebih dalam satu sama lain.
Kembali ke topik, jejaring sosial memang disatu sisi memberikan kita keleluasaan untuk berteman, memperluas jaringan pertemanan dan semacamnya, namun pergeseran makna teman pun harus disadari karena disadari atau tidak, jejaring sosial pun memiliki hal yang negatif yang bisa berdampak hebat jika tidak diantisipasi.
Kasus diculiknya gadis-gadis usia belia oleh teman facebooknya adalah suatu contoh nyata, dengan adanya jejaring sosial, makin mudah bagi penjahat-penjahat kelamin atau mereka yang bertujuan tidak baik untuk “berteman” dan mempengaruhi kita kepada hal-hal yang tidak baik.
Sepertinya memang perkataan ibu saya itu benar, “hati-hati nak dalam berteman dan memilih teman..” karena kita adalah bagaimana komunitas pertemanan kita.
Ohya, sekedar catatan, friendlist Mark Zuckerberg (pendiri facebook) tidak sampai 300 orang dan dia memblokir pengguna facebook untuk menambahkan dia sebagai teman.