Workshop: Old Kallang Airport
Minggu lalu, Pria Urban berkesempatan untuk mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh mAAN. Workshop ini memiliki objek studi yaitu Old Kallang Airport di Singapore. Fokus utamanya adalah revitalisasi wilayah yang kondisinya saat ini kurang hidup dan tidak ada integrasi antar fungsi didalam area tersebut.
Kebetulan Priaurban saat itu mengerjakan proses analisa untuk mencari identitas wilayah Kallang. Analisa dengan riset singkat padat dan mengejar waktu ini hanya dilakukan beberapa jam saja dengan bantuan mesin pencari Google dengan beberapa trik untuk mendapatkan data yang cukup valid berdasarkan rekaman mesin pencari Google tersebut.

Selain itu, penelusuran sejarah pun dilakukan dan divisualisasikan dalam bentuk timeline, sebenarnya dari timeline tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi konsep bentuk (dari grafik klimaks-anti klimaks) namun sayangnya, unit master yang membimbing tidak memiliki proses pemikiran yang sama.

Analisa berlanjut untuk mencari apa identitas area/kawasan kallang dirunut dari waktu ke waktu, dengan fitur google search, analisa pun didapat dengan baik dan sesuai dengan harapan, tertera pada infografik diatas bahwa dari masa ke masa terjadi perubahan isu mengenai imej kallang di masyarakat singapura dilihat dari banyaknya keyword dari berkas arsip penelusuran google.
Yang menjadi perhatian adalah, isu mengenai waterfront yang hangat pada tahun 2000 awal dan menghilang lalu kembali pada tahun 2006.

Setelah pencarian identitas kawasan, dilanjutkan dengan membandingkan kallang dengan kawasan lain di singapura, hal ini perlu untuk mencari apa kekuatan kawasan tersebut dan bersyukurlah terhadap fitur google yang cukup membantu, grafik tingkat popularitas berdasarkan keyword arsip pun didapat. Dari infografik tersebut dapat dilihat bahwa kawasan kallang memiliki tingkat kepopuleran yang hampir sama dengan geylang selain itu tingkat popularitasnya juga cukup signifikan diatas kawasan lain yang diperbandingkan.
Sebenarnya menarik melihat proses analisa dan hasil yang didapat, namun sangat disayangkan lagi-lagi unit master yang membimbing tidak memiliki proses pemikiran yang sama dan cenderung tidak melihat analisa ini sebagai dasar yang kuat.
Berikut panel lengkapnya;
