Zedenkkk! Browsing sana-sini kemara-kemari ngga jelas akhirnya nemu berita ini, isu lama sebenarnya tapi saya tertarik dengan bentukan massanya yang jika dimasukkan kedalam teori urban design akan menjadi sangat kompleks… :D
Graha Garuda Tiara Indonesia terdiri atas wisma A, B, C, D, dan E, yang merupakan bagian sayap dan masing-masing terdiri dari 3 lantai dengan total 456 kamar. 1 Kamar bisa diisi 4 orang itu untuk yang D dan E. Kalau yang A,B, dan C 1 kamar bisa diisi 8 orang. Bagian dada dan kepala Garuda terdapat lobi dan ruang konvensi yang mampu menampung 3 ribu orang. Sedang di bagian ekor diperuntukkan bagi hotel. “Total ada 196 kamar,” ungkap Narto kepada DetikNews.
Ada juga lapangan parkir yang luas hingga menampung 100 bus, dan landasan helipad. Tidak hanya itu saja, kompleks olahraga juga tersedia. Terdapat 2 lapangan tenis, 2 lapangan basket, dan 2 lapangan volly dan 2 kolam renang. Namun kini semuanya jauh berbeda. Setelah 13 tahun berlalu, ilalang dan terik matahari merusak semuanya. Taman-taman dan bangunan megah seolah sirna.
Luasan Komplek Graha Garuda Tiara ini hanya mengambil sekitar 5 hektar dari 44 hektar seluruh luasan area yang tersedia, rencana pembangunan kawasan olahraga terbaru tersebut yang konon akan menandingi komplek olahraga Senayan. Namun sayangnya pada akhir tahun 1998, secara bertahap 400 orang karyawan dirumahkan, yang diawali dari pemutusan listrik dan air karena tagihan tidak terbayar, dan tersisa hanya 40 tenaga untuk tugas pengaman lokasi.
Kalo diliat-liat, masterplannya memaksakan banget yaa.. jadi inget jaman kuliah arsitektur dulu, kalau bikin masterplan pakai bentuk-bentuk aneh/melambangkan sesuatu pasti dengan mudah dipatahkan oleh dosen dengan ucapan..
“Memangnya yang mau dateng ke bangunan kamu pake helikopter semua?”
Sungguh dalam menusuk jantung hati dan perasaan, tapi ada benernya juga ternyata. :D
Sumber: DetikNews