Mencoba melihat kembali: teleCommuniCity

Setelah hampir satu tahun vakum di dunia rancang kota, saya mencoba melihat ulang kembali thesis yang dulu saya coba ajukan, mula-mula dari dasar sekali bahwa hipotesa thesis saya adalah sbb;


1. Bagaimana membayangkan bentukan kota dengan adanya teknologi komunikasi yang semakin maju

2. dan Bagaimana bayangan tersebut dapat tergambarkan dengan visualisasi skenario cerita kota TeleCommuniCity di masa mendatang.

Ada beberapa alasan yang mendorong mengapa thesis saya ini memerlukan pendekatan kualitatif. Yang pertama, saya melihat rancang kota bukan disiplin yang “bebas nilai”. Dalam artian, objek utama pada rancang kota yaitu manusia, sangat tergantung pada nilai-nilai, norma, budaya, dan perilaku tertantu yang terjadi di suatu tatanan kota.

Jika dalam kota tersebut terdapat perubahan secara frontal dan massive dimana hampir seluruh objeknya terlibat dalam perubahan itu, maka keyakinan saya kota tersebut lambat laun akan berubah, hal ini terbukti pula pada sejarah rancang kota dimana bentukan kota saat sebelum era revolusi industri dan sesudahnya sangat berbeda sekali. Saya melihat hal ini disebabkan karena realitas yang terjadi terbentuk secara sosial melalui interaksi individu dan lingkungannya (socially Constructed Reality); merupakan praktik yang diciptakan manusia (human creation); merupakan wacana simbolik yang dibentuk oleh individunya (symbolic discourse) dan hasil dari kreatifitas manusia (human creativity).

Alasan lain mengapa kualitatif, saya kira pendekatan lain seperti kuantitatif sudah sangat jamak, terlalu terstruktur dan terlalu scientific, dalam artian saya sebagai pembuat hipotesa akan memiliki batasan imajinasi karena segala sesuatunya harus terukur, sedangkan kehidupan sosial saya pikir sangat tergantung pada nilai-nilai, budaya, pengalaman dan lain-lain yang dibawa oleh individu/objek dalam rancang kota (manusia).

Konsekwensi dari pendekatan kualitatif yang saya ajukan memang berat, dalam artian thesis ini tidak bisa scientific, dapat dipatahkan dengan mudah pada saat sidang hanya karena anggapan bahwa ini khayalan/imajinasi saya belaka dan mungkin juga tidak dapat diterima secara umum di kalangan dosen karena saya cenderung melawan arus. 

Lalu mengapa saya memilih jalan yang susah? sebenarnya alasan mengapa saya lebih memilih tema thesis seperti ini adalah karena saya ingin mencoba sesuatu yang mungkin masih baru dan jarang dilakukan oleh mahasiswa pascasarjana di rancang kota sebelumnya. Memang kesannya sangat futurist tapi jika dilihat kembali sebenarnya hal ini sangat dekat dengan keseharian dan tingkat perubahannya sangat cepat selain itu sudah menjadi wacana yang hangat di dunia internasional.

Yeay VISUAL IS MORE!! :D

Yeay VISUAL IS MORE!! :D

"If at first an idea does not sound absurd, there is no hope for it."

— Albert Einstein

"Is Google making us stupid?"

— Nicholas Carr

BICARA RK | Planning in India; From Chandigarh to NanoCity
Menarik melihat video ini karena hal yang berkaitan dengan India di era informasi ini sangat membuat penasaran. NanoCity adalah kota yg didesain untuk memenuhi kebutuhan komersial, pendidikan dan tentu saja teknologi.
Untuk Video Screening kali ini akan ada review dari Ridwan Kamil yang juga alumnus University of California, Berkeley.

BICARA RK | Planning in India; From Chandigarh to NanoCity

Menarik melihat video ini karena hal yang berkaitan dengan India di era informasi ini sangat membuat penasaran. NanoCity adalah kota yg didesain untuk memenuhi kebutuhan komersial, pendidikan dan tentu saja teknologi.

Untuk Video Screening kali ini akan ada review dari Ridwan Kamil yang juga alumnus University of California, Berkeley.

"Why aren’t you afraid of floods and global warming? I just seethem as a part of an evolution, and we can work on that. Technology can help us. I think that mankind can do a lot about it and become adaptive to it. Our whole future city project is about that."

— Winy Maas (taken from designboom interview)

Interesting Facts! Data ini diambil dari Odesk, salah satu web yang menyediakan layanan bertemunya pemberi dan pencari kerja online yang juga mengerjakan pekerjaannya secara online. Fakta yang menarik bahwa Filipina ternyata menempati peringkat pertama pada Top Provider Countries dan Kota Chandigarh di India pada Top Provider Cities.

Interesting Facts! Data ini diambil dari Odesk, salah satu web yang menyediakan layanan bertemunya pemberi dan pencari kerja online yang juga mengerjakan pekerjaannya secara online. Fakta yang menarik bahwa Filipina ternyata menempati peringkat pertama pada Top Provider Countries dan Kota Chandigarh di India pada Top Provider Cities.

TeleCommuniCity

Proposal Pra-Thesis TeleCommuniCity

teleCommuniCity Presentation

"The 19th century was a century of empires, The 20th century was a century of nation states, The 21st century will be century of cities."

— Wellington E. Webb - Former Mayor of Denver, Colorado.

"A city made for speed is made for success."

— Le Corbusier